BERBAGI

SEMARANG JATENG CAKRAWALA.CO ,- Program Indonesia Pintar (PIP) yang digulirkan pemerintah dalam rangka mengentaskan angka anak putus sekolah belum sepenuhnya mampu menangani masalah pendidikan di dalam negeri. Di Jawa Tengah misalnya, sebesar 60% tenaga kerja justru hanya mengenyam pendidikan sampai bangku Sekolah Dasar (SD).

Menyikapi hal tersebut, bakal calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Dede Indra Permana Sudiro tergerak untuk mencanangkan program pendidikan sebagai pendamping program pemerintah tersebut.

“Secara keseluruhan PIP cukup membantu bagi anak- anak kurang mampu dengan memberikan dana bantuan sebesar Rp. 1 juta per tahun namun program tersebut belum mampu menjawab seluruh persoalan. Harus ada program pendamping agar target pemerintah dalam memajukan pendidikan tercapai,” ujar Dede Sudiro di Semarang, Selasa (5/6/2017)

Kepada awak media, pengusaha muda ini mengaku ingin menghadirkan solusi bagi peningkatan pendidikan di Provinsi Jawa Tengah seperti memberikan bantuan beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, menggalakan program paket C, serta mengadakan pembagian buku- buku pelajaran dan peralatan belajar-mengajar ke sekolah-sekolah di daerah.

“Jateng kekurangan tenaga kerja terdidik. Untuk itu, kita ingin gencarkan program seperti kejar Paket C, pemberian bantuan dana beasiswa, dan lain sebagainya agar anak- anak dari keluarga kurang mampu dapat mengejar ketertinggalan mereka dan mendapatkan hak untuk mengenyam pendidikan,” imbuh anggota DPRD Jateng Fraksi PDIP ini.

Sebagai informasi tambahan berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2015-2016, sekitar 73% kasus putus sekolah terjadi akibat faktor ekonomi. Padahal, dalam komitmen tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Bidang Pendidikan, setiap Negara harus bisa memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam pendidikan.***RED