BERBAGI

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Pengakuan mengejutkan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) yang tidak mengenal sama sekali Tanribali Lamo (TBL) memunculkan bola panas.  Di samping kesannya mengerdilkan ketokohan mantan carateker Gubernur Sulsel itu, juga bertolak belakang dengan pernyataan pasangannya, Nurdin Abdullah (NA).

Jika ASS mengaku tak kenal TBL, NA justru diberbagai kesempatan menyebut TBL sebagai figur yang merestui ASS untuk menjadi pendampingnya. Pertanyaannya, apakah benar pernyataan NA? Jangan sampai hanya berusaha memunculkan kesan ke publik jika ia tak meninggalkan TBL di tengah jalan.

“Saya tidak pernah tahu, kalau Pak NA berpasangan dengan TBL. Dan saya tidak kenal Pak TBL. Saya pernah bersalaman dengan TBL, tetapi saya tidak kenal,” kata ASS di Warkop Hai Hong Jalan Pelita Makassar, Rabu (11/10/2017).

Selain itu, ASS yang terakhir tercatat sebagai karyawan swasta di perusahaan di Singapura, juga mengaku tidak tahu perkembangan politik di Sulsel.  Alasannya dia bukan politisi. Begitu pun, ia hanya dilamar oleh NA menjadi pendampingnya. Sehingga, lanjutnya, selama ini tidak pernah berkomunikasi dengan TBL.

Bagaimana dengan NA yang berusaha memunculkan kesan kandidat yang tidak berambisi mengejar jabatan? Sehari sebelum ASS memberi pernyataan ke media, NA justru berusaha meyakinkan publik kalau ia tidak meninggalkan TBL.  Malah, TBL lah yang mempertemukan NA-ASS.

“Toh Pak Tanribali mempertemukan dan menyepakati ini paket (NA-ASS). Saya sebenarnya juga sudah tidak mau maju kalau Pak TBL tidak maju. Tetapi karena Pak TBL tetap mendorong dan mendukung, maka saya maju,” klaim NA yang sebelum mengganti pasangan sempat melontarkan pernyataan lebih baik kembali ke kampus dan urus cucu jika tak berpasangan dengan TBL.

Pernyataan NA ke media ini, menimbulkan spekulasi. Mengingat, ASS mengaku tidak mengenal TBL, dan NA justru mengklaim jika TBL yang mempertemukannya. Lainnya, ASS menyebut jika NA lah yang memintanya maju. Artinya, kalau dikaitkan lagi dengan pernyataan NA, lagi-lagi ada yang tidak nyambung.(Rezki Mas’ud)