BERBAGI

CAKRAWALA – JAYAPURA, Pasca kericuhan yang terjadi di gedung Kementrian Dalam Negeri pekan lalu terkait konflik pilkada di kabupaten Tolikara, Pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan melantik Bupati Kabupaten Tolikara Usman G Wanimbo dan wakilnya Denis Wanimbo ‪pada senin pagi‬ (16/10/2017). Usman dan Denis dilantik langsung oleh Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe.

Pelantikan Usman Wanimbo dan Denis Wanimbo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tolikara periode 2017 – 2022 di laksanakan ‪senin pagi‬ di gedung sasana krida kantor gubernur Provinsi Papua.

Selain pasangan Usman dan Denis juga dilantik pasangan Toni Tesar dan Frans Sanadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pelantikan dilaksanakan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe dan di hadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Papua.

Usai di lantik Bupati Tolikara Usman Wanimbo mengaku akan merangkul semua kandidat dan pendukung kandidat yang kalah dalam Pilkada Kabupaten Tolikara.

“Jadi begini ya.., semua yang bertarung pada pilkada kemarin itu adalah saudara, jadi jangan lagi kita saling serang, saya mengajak semua kandidat dan para pendukung nya mari kita sama sama bangun Tolikara,” ungkap Usman.

Bupati dan Wakil Bupati yapen (foto: MTNG)

Usman juga meminta agar semua masyarakat di Tolikara berdamai dan sama sama membantu pasangan terpilih untuk membangun Tolikara lima tahun kedepan.

“Putusan MK itu sudah final dan mengikat, saya dan wakil siap menjalankan amanat Negara, untuk itu saya minta masyarakat mari berdamai dan bergandeng tangan, kita sama sama bangun Tolikara,” pungkas Usman.

Sebelumnya konflik pilkada di Tolikara sempat melewati proses panjang, sejak pemungutan suara serentak ‪pada tanggal 15 Februari‬ hingga pemungutan suara ulang yang di gelar pada tanggal 17 Mei 2017.

Saling lapor di tingkat penyelenggara berakhir pada putusan Mahkamah Konstitusi ‪pada tanggal 31 Juli‬ lalu yang memenangkan pasangan Usman dan Denis Wanimbo.

Tak terima atas putusan MK pada pekan lalu sejumlah massa akhirnya mengamuk dan merusak kantor Kementrian Dalam Negeri, sejumlah staf Kemendagri terluka dan sebelas orang ditangkap dalam peristiwa tersebut. (NugMTP)